Tauhid Harus Dipelajari: Ilmu Paling Mulia dan Paling Wajib


Tauhid Harus Dipelajari: Ilmu Paling Mulia dan Paling Wajib

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

“Ilmu tentang tauhid adalah ilmu yang paling mulia dan paling wajib dipelajari.” (Madarijus Salikin, 3/484)

Makna dan Penjelasan

Perkataan ini menegaskan bahwa tauhid — yaitu pengesaan Allah dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa sifat-Nya — adalah inti dari seluruh agama.

Tanpa ilmu tauhid, seorang hamba:

  • Tidak mengenal Rabb-nya dengan benar,
  • Bisa salah dalam beribadah,
  • Bahkan terjerumus ke dalam syirik tanpa sadar.

Maka belajar tauhid adalah kewajiban pertama bagi setiap muslim, sebelum belajar fiqih, muamalah, atau yang lainnya.

Dalil-Dalil Pendukung

1. Perintah pertama: mengenal Allah

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

“Maka ketahuilah (berilmulah) bahwa tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah.” (QS. Muhammad: 19)

Penjelasan:

Allah tidak langsung memerintahkan untuk shalat, zakat, atau puasa di ayat ini, tapi perintah pertama adalah “mengetahui tauhid”. Ini menunjukkan ilmu tauhid lebih didahulukan daripada amal.

2. Tauhid adalah inti dakwah para nabi

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thagut.’” (QS. An-Nahl: 36)

Penjelasan:

Seluruh nabi mengawali dakwahnya dengan menanamkan ilmu tauhid, bukan dengan perintah sosial atau hukum.

3. Orang yang mati tanpa tauhid, amalnya sia-sia

لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ

“Jika engkau berbuat syirik, niscaya lenyaplah seluruh amalmu.” (QS. Az-Zumar: 65)

Penjelasan:

Semua amal, seberapa pun besar, tidak akan diterima jika tidak dibangun di atas tauhid.

4. Tauhid adalah fondasi iman

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah, maka dia masuk surga.” (HR. Muslim no. 26)

Penjelasan:

Kalimat tauhid harus dipahami dan diyakini secara ilmiah, bukan hanya diucapkan di lisan tanpa pemahaman.

Pandangan Ulama Lain

1. Imam Ahmad bin Hanbal رحمه الله berkata:

“Pokok ilmu adalah mengenal Allah.”

2. Syaikh Shalih Al-Fauzan حفظه الله berkata:

“Tauhid adalah ilmu yang tidak boleh tidak dipelajari oleh setiap muslim. Tidak ada udzur karena kebodohan terhadap tauhid.” (Syarh Kitab at-Tauhid)

Kesimpulan

  • Ilmu tauhid adalah ilmu yang paling mulia, karena berhubungan langsung dengan Allah ﷻ.
  • Belajar tauhid adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim, tidak boleh ditinggalkan.
  • Semua ibadah hanya akan diterima jika dibangun di atas fondasi tauhid yang benar.
  • Menuntut ilmu tauhid adalah bentuk penjagaan terhadap iman, keselamatan dari syirik, dan kunci menuju surga.

Sumber Referensi

  • Ibnul Qayyim, Madarijus Salikin, 3/484
  • QS. Muhammad: 19
  • QS. An-Nahl: 36
  • QS. Az-Zumar: 65
  • HR. Muslim no. 26
  • Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syarh Kitab at-Tauhid
  • Imam Ahmad dalam Manaqibnya oleh Ibnul Jauzi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PAGE TOP